Rekomendasi Cuci Muka dan Scrub Wajah

1. Cetaphil

Menentukan Cuci Muka untuk kulit sensitif suatu kegalauan bagi kaum wanita. Facial wash yang bagus untuk orang lain belum tentu cocok untuk si kulit sensitif. Produk-produk tertentu bisa menimbulkan jerawat.

Saya sarankan untuk menjadikan Cetaphil sebagai pilihan. Memiliki kelebihan tekstur sedikit cair, dan sedikit busa membuat kulit terasa menjadi lembab dan kenyal setelah pemakaian. Kekurangannya, untuk fungsi membersihkan sangat kurang terutama setelah dari luar atau setelah pemakaian makeup. Perlu dilakukan double cleansing. Lalu, harganya terbilang cukup mahal. Untuk kepuasan produk, ini sangat worthy.

2. St Ives

St Ives memiliki beberapa varian. Yang saya pernah coba adalah kopi+kelapa dan apricot, saya lebih suka apricot. Menurut saya produk ini adalah sebuah dobrakan untuk muka saya yang sering berminyak dan kusam. Wkwkwk lebayy

Kelebihan dari produk ini bisa mengangkat kotoran, bekas makeup, terutama sel kulit mati. Wajah terasa menjadi cerah dan bersih. Produk ini kontroversial di negara asalnya; Amerika. Karena memiliki kekurangan tekstur yang terlalu kasar. Ahli dermatologi menyarankan agar kita tidak terlalu sering menggunakannya. Kalo saya paling sering 1-3 kali sebulan. Produk ini disarankan untuk kulit cenderung normal, dan membutuhkan exfoliator.

Jalan-Jalan di Rumah

Di rumah saja setelah kurang lebih satu tahun tentu sangat jenuh. Hampir semua kegiatan dilakukan di rumah, dari school from home sampai work from home. Tubuh rasanya ingin dimanjakan dengan refreshing, liburan keluar kota atau bahkan keluar negeri. Namun di sisi lain besar rasa khawatir terhadap virus covid masih ada. Saya sarankan untuk membaca buku bergenre travel; seperti buku the naked traveler dan off the record. Selain menghemat waktu dan tenaga membaca buku tidak memerlukan biaya besar untuk dinikmati.

Buku The Naked Traveler ini ditulis oleh Trinity yang telah melakukan kunjungan ke 88 Negara di Dunia. Walaupun anda membaca dari rumah, pikiran anda akan diajak menjelajah bersama penulis. Pengalaman-pengalaman seru yang mungkin tidak akan kalian temui di Indonesia, tertuang di Buku ini. Bertemu orang yang unik, tempat yang tak terduga, bermacam budaya, membuat kita ikut merasa haru, senang dan bikin nagih. Buku Trinity telah selesai ditulis menjadi 8 seri. Dari buku-buku tersebut sebagian cerita telah diadaptasi menjadi film. Kalo saya pribadi lebih suka versi tulisannya, karena menurut saya imajinasi manusia ketika membaca itu gak ada lawan. Ekspektasi saya bisa jadi lebih jauh dari yang sebenarnya penulis alami, tapi itulah kesannya membaca. hihi . . Eh, tapi filmnya juga bagus kok. Apalagi tokoh utamanya; Hamis Daud dan maudy Ayunda lumayan lah buat cuci mata. Hahaha

Ria Sukma Wijaya yang biasa dikenal dengan Ria SW adalah food Vlogger asal Indonesia. Buku Off The Record karya Ria SW adalah buku yang berisi cerita-cerita seru bagaimana perjalanan Ria menjadi Youtuber, mencoba makanan Nusantara sampai Mancanegara. Kesan yang saya dapat ketika membaca buku ini yaitu hanya dua kata “jadi lapar”. HaHaHaHa Ia pun menulis bagaimana semua pengalamannya itu membawa inspirasi untuknya dalam usaha kulinernya sekarang. Oh ya, dalam bukunya terdapat kode QR, kalau-kalau pembaca ingin melihat video youtube Ria dalam setiap chapternya. Dari buku dan video Ria, saya mendapat dorongan dan motivasi dari kata-kata bijak yang ia sisipkan.

Skincare dan si good looking

“Beli Skincare itu pemborosan. Kenapa gak lo syukurin aja muka yang sekarang sih?!”

“Keadilan sosial bagi kaum good looking.”

Pembaca pasti sering menemukan statement seperti di atas kan? Gimana pendapat kalian? Coba tulis di kolom komen ya?!

Menurut penulis, Statement pertama tidak sepenuhnya benar. Karena pemborosan itu relatif. Maksudnya, tiap orang memiliki uang jajan dan penghasilan yang berbeda. Bagi saya jika pengeluaran biaya skincare tidak lebih dari 10 – 30% pendapatan, itu normal. Orang yang ingin sehat maka harus rela menyisihkan uangnya. Lalu, apa bentuk rasa syukur? Yaitu dengan merawat apa yang telah diberikan Tuhan. Analoginya gini, bayangin! kamu memberi hadiah untuk seseorang, kemudian orang tersebut mengatakan terimakasih, namun setelahnya hadiah itu dibiarkan dan tidak terawat hingga akhirnya rusak. Apa yang kamu rasain?

Kemudian, skincare-an itu salah satu bentuk cinta diri loh. Kalo gak cinta mana mau merawat. Ya kan? Yang saya rasain nih, kalo lagi memakai skincare tuh rasanya nyaman, bersih, merasa cantik (mukanya sih biasa, tapi merasa aja hehe). Kalau sudah di tahap sampai gak pernah lagi tuh insecure, itu kan wow banget.

Untuk masalah “keadilan sosial bagi kaum good looking”, kita ambil pelajarannya aja. Karena kita tidak tahu usaha apa yang mereka lakukan. Untuk jadi di tahap level gudluking itu pasti susah banget, even orang yang dilahirkan uda cakep pun pasti ada yang harus dikorbanin, usaha lebih, pakai skincare gak cocok lalu jerawatan lalu coba lagi. Hmm

Jadi, gimana?

PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN JASA ANTAR ONLINE ALAMI PENURUNAN OMSET

Oleh: Offi Maria Ulpah

Akibat wabah virus corona yang terus menyebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia, masyarakat dihimbau Pemerintah agar tidak sering keluar rumah. Alhasil, masyarakat banyak yang beraktifitas di rumah masing-masing atau dikenal dengan istilah WFH (work from home). Kebijakan ini membuat permintaan layanan berbagai tumpangan menurun. Jalanan menjadi sepi, kendaraan di rumah jarang terpakai.


Dampak yang ditimbulkan oleh masa pandemi ini sangat dirasakan oleh perusahaan-perusahaan otomotif, layanan jasa antar online, angkutan umum, dan lain-lain. Seperti contoh; para orang tua yang akan pergi ke Pasar untuk memenuhi kebutuhan dapurnya akan berpikir berulang kali untuk menggunakan angkutan umum. Mereka khawatir akan kerumunan. Kemudian, angkutan-angkutan umum menjadi sepi dan para supir cuti bekerja atau bahkan tidak sedikit dari mereka beralih profesi sementara.


Perusahaan jasa antar online semakin sepi, menyebabkan perusahaan mereka mengalami kerugian yang tidak sedikit. Banyak perusahaan yang terpaksa mengurangi karyawan demi mengurangi anggaran pengeluaran gaji. Pendiri sekaligus pemimpin eksekutif Grab, Anthony Tan mengumumkan, “Sejak kami mulai menjalankan langkah-langkah menghadapi krisis kesehatan global ini, saya berharap tidak perlu mengirimkan pesan seperti ini” tuturnya. “Dengan berat hati, hari ini saya umumkan bahwa kami akan melepaskan sekitar 360 Grabbers (karyawan Grab).” Lalu, langkah Grab ini diikuti oleh perusahaan ride-hailing lainnya.


Berdasarkan catatan Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA), permintaan layanan ojek/taksi online menurun sekitar 60-70%, terutama untuk wilayah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB). Hal itu terjadi karena layanan taksi dan ojek online dibatasi. Namun, layanan pesan antar makanan seperti gofood dan grabfood meningkat 10 – 20%. Sedangkan layanan pengiriman barang naik sekiar 10%. Secara keseluruhan, pendapatan tetap lebih rendah dibanding sebelum adanya pandemi covid-19.


Pemilik showroom motor dan mobil tak kalah sepi. Mengakibatkan produsen-produsen otomotif mengalami penurunan permintaan. Karena, pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari pun semakin susah, apalagi untuk membeli kendaraan baru. Bahkan, karena besarnya pengeluaran dan sedikitnya pemasukan di masa pandemi, ada juga yang terpaksa menjual kendaraan mereka untuk menutupi kebutuhannya.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penurunan produksi mobil sudah mulai terlihat sejak April 2020 seiring dengan mulai diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. Produsen Daihatsu dan Mitsubishi sempat menghentikan sementara produksi mereka akibat dampak pandemi. Daihatsu menghentikan sementara produksi sejak 10 April dan kembali membukanya pada 3 Juni. Mitsubishi juga melakukan hal sama sejak April hingga Mei lalu. Sementara itu, Toyota juga mulai menutup sementara pabrik dan dealer mereka seiring kebijakan PSBB pada periode April kendati, mengutip CNBC Indonesia, telah kembali dibuka pada awal Juni.

Gaikindo menyebut meskipun tengah dalam kondisi pandemi, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan tetap di industri otomotif. Namun, asosiasi kendaraan bermotor itu tak menampik adanya karyawan kontrak yang belum diperpanjang setelah masa kontrak mereka habis.

DAFTAR PUSTAKA
Zaenudin Ahmad. 24 Juni 2020.
https://tirto.id/kala-grab-dan-gojek-goyah-akibat-corona-fKxg. Diakses pada tanggal 02 Januari 2020

Setyowaty Desy. 21 Mei 2020.
https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5ec633687c873/strategi-gojek-dan-grab-antisipasi-skenario-terburuk-pandemi-corona . Diakses pada tanggal 02 Januari 2020.

Gusman Hanif. 19 Juni 2020.
https://tirto.id/bagaimana-pandemi-covid-19-menghantam-industri-otomotif-ri-fJiu. Diakses pada tanggal 03 Januari 2020.

Halo blog world

Halo readers, aku bloger baru. Namaku Offi Maria Ulpah. Banyak orang memanggilku dengan sebutan “Upeh” asal dari kata Ulpah. Aku lahir pada tanggal 5 November di Majalengka, Jawa barat. Aku orang sunda. Aku suka mengobrol dan bercerita.


Di sini, aku akan menulis resensi buku dan film, juga akan menulis apa yang ada di isi kepalaku (mari mengobrol). hihi

Sebenarnya, tulisanku masih sangat berantakan. Keinginan kuat ingin segera menyapa pembacalah yang membuatku berani memulai.
Harapanku, semoga tulisanku diterima dengan baik oleh banyak pembaca. Aamiin.

“tak perlu tunggu hebat untuk berani memulai apa yg kau inginkan” – Cjr

Bismillah, tulisan pertamaku dimulai dengan perkenalan singkat.
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai